Tumbang Penyahuan – Pada hari Jumat, 23 Januari 2026, SMKN 1 Bukit Santuai menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Mental dan Spiritual bagi seluruh siswa-siswi. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi ini bertempat di Aula sekolah, dengan fokus utama pada penguatan karakter, pencegahan perundungan (bullying), dan penerapan nilai agama dalam keseharian.


Membangun Empati, Mengakhiri Perundungan

Tema utama yang diangkat dalam pembinaan kali ini adalah "Membangun Empati untuk Sekolah Sehat Tanpa Perundungan". Dalam arahannya, pihak sekolah menekankan bahwa tindakan bullying—baik secara fisik, verbal, maupun di media sosial—tidak memiliki tempat di lingkungan pendidikan.

Siswa diajak untuk mengasah rasa empati, yakni kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dengan empati yang kuat, diharapkan siswa tidak hanya menahan diri untuk tidak menyakiti, tetapi juga menjadi pelindung bagi sesama rekan sekolahnya.

Internalisasi Nilai Agama dalam Kehidupan

Selain pembahasan mengenai aspek sosial, pembinaan ini juga membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing.

  • Siswa Muslim: Melaksanakan kegiatan dengan fokus pada akhlakul karimah (akhlak terpuji) dan pentingnya menjaga lisan.

  • Siswa Kristiani & Agama Lainnya: Melaksanakan pendalaman iman di ruang kelas yang telah ditentukan dengan menekankan kasih sayang dan kebersamaan.


Tujuan besar dari sesi ini adalah agar ajaran agama tidak berhenti di meja belajar atau tempat ibadah saja, melainkan benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati guru, menyayangi teman, dan menjaga kejujuran.

Pesan Kepala Sekolah

Bu Rian Ruli Narulita selaku Kepala SMKN 1 Bukit Santuai menyampaikan bahwa kecerdasan akademik harus dibarengi dengan kematangan mental.


"Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis di jurusannya, tetapi juga memiliki mental yang tangguh dan spiritualitas yang baik. Menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi kemanusiaan adalah kunci sukses di masa depan," pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar lingkungan SMKN 1 Bukit Santuai selalu menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan penuh toleransi. (rl)